Wednesday, 16 December 2020

Tugas Ilmu Sosial Dasar (Agama Dalam Masyarakat)

     Menurut saya, agama lumayan berpengaruh besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Bagi warga negara Indonesia, yang merupakan warga dari negara yang berbudaya timur, norma-norma dan keluhuran masih cukup kental di Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara-negara barat yang mengedepankan kebebasan setiap individu, negara kita masih memiliki banyak hal-hal yang dianggap tabu jika bertentangan dengan norma-norma agama. Poin pertama dalam Pancasila yang merupakan landasan negara pun menyatakan masyarakat Indonesia menyembah Tuhan yang Maha Esa.

    Indonesia sendiri memiliki beberapa agama yang dianut oleh warganya, yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, dan beberapa agama-agama daerah lainnya. Namun, dilarang untuk tidak memiliki agama di Indonesia karena asas ketuhanannya.

    Salah satu contohnya adalah, jika di beberapa negara barat memperbolehkan hubungan sesama jenis karena dianggap sebagai salah satu hak asasi manusia dan mengutamakan kebebasan rakyatnya. Di negara kita hal tersebut adalah hal yang dilarang, bahkan sangat tidak diperbolehkan. Karena berlawanan dengan aturan-aturan dalam agama.

    Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia, yang sekaligus memiliki penganut agama Islam terbanyak di dunia. Menjadikan agama islam sebagai panutan tersendiri bagi mayoritas warganya. Selain aturan-aturan hukum dalam Undang-Undang, masyarakat juga menganut asas-asas dalam syariat islam sebagai tatanan untuk mengatur jalannya kehidupan bermasyarakat.

    Syariat agama islam seperti aturan-aturan kedua yang diprioritaskan setelah UUD 1945, yang mengatur jalannya kehidupan bermasyarakat. Di hukum Indonesia sendiri, usia legal untuk meminum alkohol adalah 21 tahun ke atas. Namun, karena islam mengharamkan segala hal yang memabukkan. Maka cukup tabu untuk meminum alkohol di tempat umum, meski usia peminum telah lebih dari 21 tahun. Kira-kira begitulah implementasi agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Tugas Ilmu Sosial Dasar (Pentingnya Integrasi Masyarakat)

     Integrasi bangsa menurut saya adalah hal yang sangat penting. Khususnya di negara seperti Indonesia yang memiliki berbagai macam budaya, agama, suku, bahasa, dan berbagai keberagaman lainnya.

    Pertama-tama, sepertinya kita harus menanamkan dalam diri masyarakat itu sendiri kesadaran akan keberagaman bangsanya serta bagaimana sallng menghormati dan saling menghargai antar keberagaman yang dimiliki dengan orang lain. Kesadaran nasional akan menciptakan rasa persatuan yang kuat, sehingga akan menjadikan masyarakat yang tidak mudah diadu domba dengan hal-hal yang mudah diprovokasi seperti agama, etnis, atau budaya yang memang diciptakan berbeda-beda.

    Sekarang ini sepertinya masyarakat berpendidikan sudah menyadari keberagaman tersebut. Masyarakat juga sudah belajar untuk menghargai, menghormati, dan tidak membeda-bedakan orang lain berdasarkan agama, budaya, dan etnis. Namun, kita masih tetap harus menjaga atau memelihara kerukunan antar keberagaman tersebut.

    Kita tidak boleh mudah terprovokasi oleh salah satu pihak yang suka menyebarkan kebencian ke salah satu agama, etnis, atau kebudayaan. Dan apabila ada di antara kita yang bersifat seperti itu, hendaknya dinasehati untuk saling menghargai. Namun, beberapa dari mereka seringkali ditemukan dalam kondisi sudah tidak dapat lagi menerima nasihat, karena sudah terdoktrin oleh lingkarannya yang mengajarkan kebencian, merasa agama atau kebudayaannya sendiri yang paling benar, dan tidak suka apabila pendapatnya ditentang. Model manusia seperti ini memang meresahkan kita semua, namun selama hukum tetap ditegakkan setidaknya kita masih bisa mengandalkan hukum untuk menghadapi radikalisme semacam itu.

    Tentu saja kita semua berharap di negara Indonesia ini seluruh warganya tidak ada lagi yang gemar menghina agama lain, tidak ada lagi yang suka merendahkan etnis tertentu, tidak ada lagi yang merasa kebudayaan nenek moyangnya adalah yang paling benar dibanding kebudayaan lain. Semoga orang-orang yang seperti itu hanya ditemukan di negara Namec saja.

Tugas Ilmu Sosial Dasar (Teknologi Mengubah Kebudayaan)

    Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu buddhayah. Merupakan sebuah bentuk jamak dari buddhi(budi atau akal) dan daya(kemampuan manusia untuk melakukan sesuatu). Jadi dapat disimpulkan budaya atau kebudayaan adalah sebuah keadaan dimana manusia melakukan sesuatu yang sesuai dengan budi dan akal sehat.

     Menurut saya, teknologi dapat memberikan banyak dampak positif sekaligus negatif terhadap penggunanya. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, seringkali mencapai titik yang bertolakbelakang dengan nilai kebudayaan atau adat istiadat yang diajarkan orang tua kita. Contoh kecilnya adalah, saat kecil kita terpaksa meninggalkan budaya kejujuran saat memasukkan umur untuk membuat akun sosial media yang terbatas untuk usia 17 tahun keatas. Dengan permulaan hal-hal negatif yang terkesan sepele tersebut, justru akan menumbuhkan sifat menyepelekan kebudayaan yang luhur, sehingga dapat berujung pada kebohongan yang lebih besar, bahkan dalam beberapa kasus, dampak dari teknologi yang tidak disaring kembali dengan nilai-nilai budaya karena telah disepelekan dapat berakibat fatal.

    Dalam kesempatan ini, saya akan memberikan contoh implementasi pelanggaran salah satu kebudayaan, yaitu kejujuran. Dimana pelanggaran moral tersebut dilakukan dengan teknologi canggih.

     Terdapat sebuah kasus di Florida, dimana karena sebuah penyalahgunaan teknologi yang berakhir tragis bagi penggunanya dan orang-orang di sekitarnya. Grant Amato, adalah seorang pemuda pengangguran yang baru saja dipecat karena penggelapan obat-obatan dari rumah sakit tempatnya bekerja. Ia mulai mengisi waktu kosongnya dengan bertamasya di internet, yang seperti sudah disebutkan diatas, kemajuan teknologi yang tidak disaring kembali dapat memberikan dampak negatif.

    Keluarga Amato tinggal di Chuluota, Florida. Dimana pasangan Chad Amato dan Margaret Amato memiliki 3 orang anak, yaitu Jason, Cody, dan Grant. Jason si anak sulung telah hidup mandiri dengan istri dan anak-anaknya. Sementara Cody dan Grant meskipun sudah sama-sama bekerja di suatu rumah sakit, mereka tetap tinggal bersama orang tuanya. Hingga akhirnya Grant dipecat karena terbukti telah menyelundupkan berbagai obat bius dari rumah sakit. Menjadi pengangguran di rumah, ia hanya berselancar di internet, bermain game online, sampai ia menemukan sebuah situs dewasa dengan pelayanan gadis-gadis lewab webcam.

    Grant mulai kecanduan seks online, bahkan rela mengeluarkan uang ratusan ribu dolar untuk seorang model yang akan ia lihat lewat webcam, ia berkenalan dengan seorang wanita bernama Silvie yang berasal dari Bulgaria. Grant yang benar-benar telah dimabukkan oleh pesona gadis webcam tersebut, tak keberatan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk Silvie. Dimana harga untuk satu menit pelayanan Silvie di webcam, dipatok dengan harga 90 token, atau dalam satu jam Grant bisa menghabiskan 5.400 token. Sedangkan, harga 5.000 token di situs tersebut adalah 600 dolar (8,5 juta rupiah), dan Grant dalam semalam bisa mengbabiskan waktu 3-4 jam dengan Silvie karena kecanduannya.

    Tentu saja seorang pengangguran seperti Grant tidak memiliki uang untuk itu, uang yang ia gunakan adalah uang yang dicurinya dari kartu kredit orang tuanya dan Cody, kakaknya. Saat perilaku Grant terbongkar karena penggunaan uang yang melewati batas, keluarganya masih memutuskan untuk memberinya kesempatan dan memaafkannya. Bahkan Cody sebagai kakak mengajaknya untuk liburan ke luar negeri agar ia dapat melupakan pujaan hatinya di situs tersebut. 

    Namun, kembali dari luar negeri ia kembali menghabiskan pundi-pundi uang untuk gadis maya tersebut yang berakibat kemurkaan ayahnya. Grant memutuskan untuk kabur ke rumah bibinya, Donna Amato. Menurut pengakuan bibinya, kegiatan Grant di sana hanya tidur sepanjang siang dan begadang di depan laptop sepanjang malam. Hingga akhirnya Donna menemukan tagihan-tagihan rekening sementara ia tidak membeli apa-apa, ternyata seolah tak tahu terimakasih, di sana Grant juga mencuri uang dari kartu kredit bibi, paman, sepupu, bahkan neneknya.

    Mendapat laporan tersebut, Chad langsung menelpon Donna dengan tangisan untuk memohon agar Donna tidak menuntut anaknya ke pengadilan. Ia bahkan menggadai rumahnya untuk melunasi hutang yang dibuat oleh ulah anaknya. Masih belum lunas, Chad yang di usianya seharusnya sudah pensiun terpaksa mengambil dua pekerjaan sekaligus untuk membayar sisa hutangnya.

    Cody sang kakak telah mencoba berbagai cara untuk membantu masalah-masalah yang disebabkan adiknya. Ia telah menghabiskan 8 ribu dolar (112 juta rupiah) untuk pengacara saat Grant terlibat masalah penyelundupan obat di rumah sakit, 10 ribu dolar (140 juta rupiah) untuk mengajaknya ke luar negeri, dan 15 ribu dolar (211 juta rupiah) untuk panti rehabilitasi kecanduan seks adiknya. Walau menghabiskan biaya yang begitu banyak, Grant kabur sebelum menyelesaikan rehabnya dan kembali menghubungi Silvie. Hal itu tentu saja membuat Chad sang ayah memarahinya habis-habisan.

    Pada 25 Januari, polisi mendobrak masuk rumah keluarga Amato setelah mendapat laporan dari tempat kerja Cody yang khawatir karena dirinya tidak kunjung masuk kerja tanpa keterangan. Polisi lamgsung menemukan jenazah Cody di garasi, masih menggunakan seragam rumah sakit. Ayahnya, Chad ditemukan di ruang tamu. Sementara ibunya, ditemukan dalam kondisi yang sama di kamarnya. Mereka semua tewas tertembak. Dan tuduhan langsung mengarah pada Grant yang menghilang.

    Setelah berhasil melacak Grant dan menangkapnya. Dari hasil introgasi polisi, diketahui malam saat ayahnya memarahinya, ia mengambil pistol kemudian membunuh ibunya. Kemudian, menunggu ayahnya masuk ke rumah dan langsung melakukan hal yang sama. Padahal ayahnya sampai harus bekerja di dua pekerjaan sekaligus di usia pensiunnya agar anaknya tidak dituntut ke pengadilan. Terakhir, ia menunggu kakaknya pulang dan membunuh juga kakaknya yang sudah menghabiskan uang ratusan juta untuk membantu kehidupannya.

    Kini karena dampak negatif dari teknologi yang awalnya mungkin disepelekannya, telah membawanya pada sebuah kesalahan yang sulit dimaafkan, yaitu membunuh kedua orang tua dan kakaknya sendiri. Pada 2019, Grant akhirnya dijatuhi hukuman seumur hidup dan dijamin tidak akan mendapatkan akses internet lagi di sisa hidupnya. 

    Setidaknya, mungkin tanpa teknologi yang mumpuni di dalam penjara, ia akhirnya dapat sembuh dari kecanduannya. Hal yang menjadi keinginan terakhir mendiang keluarganya. Menurut saya, kisah Grant dapat kita jadikan pelajaran agar kita dapat lebih pandai menggunakan teknologi dengan positif yang sesuai dengan kebudayaan kita dan menyaring hal-hal negatif yang melanggar kebudayaan.

Wednesday, 2 December 2020

Tugas Ilmu Sosial Dasar (Menguraikan Konflik)

    Saya biasanya memiliki konflik antar individu yang disebabkan oleh dua pihak yang merasa benar dan saling menyalahkan satu sama lain. Selain itu, saya juga terkadang memiliki konflik dengan diri sendiri. Salah satu konflik yang saya hadapi adalah saat saya atau teman saya merasa kalau salah satu diantara kami berdua yang melewati batas kesabaran yang lainnya, baik dalam hal perbuatan, perkataan, atau yang sebenarnya hanya candaan. Ketika saya menghadapi konflik tersebut saya akan berusaha menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan atau mencoba mengalah. Selama konflik itu diselesaikan bersama, dan konflik tersebut disepakati sudah selesai, maka pihak yang saling bermasalah akan saling memaklumi dan mencoba untuk belajar dari masalah tersebut agar tidak timbul masalah yang sama dikemudian hari.

Tugas Ilmu Sosial Dasar (Karakter Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan)

Dalam karakter, masyarakat perkotaan memiliki beberapa perbedaan dengan masyarakat desa. Dalam masyarakat perkotaan masing-masing individu lebih mandiri, sekaligus memiliki sifat lebih suka mementingkan diri sendiri, di perkotaan dengan perkembangan teknologi yang lebih maju juga memungkinkan daerah ini memiliki banyak budaya dari luar yang diserap, dan permasalahan antar masyarakat di perkotaan biasanya diselesaikan secara hukum. Sementara di masyarakat pedesaan setiap individu lebih suka bergotong-royong satu sama lain, di pedesaan masyarakatnya juga lebih memelihara kebudayaan dan lebih menghormati adat turun temurun, dan permasalahan antar masyarakat di pedesaan biasanya diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah. Bila bisa memilih, saya lebih suka hidup di perkotaan, alasannya adalah karena di perkotaan karena banyak fasilitas yang bisa didapatkan dengan mudah di perkotaan untuk mempermudah hidup saya. Namun karena kehidupan bermasyarakat di perkotaan yang cenderung menjenuhkan, saya memerlukan waktu beberapa saat untuk menghibur diri saya dengan suasana di pedesaan.

Tugas Ilmu Sosial Dasar (Agama Dalam Masyarakat)

      Menurut saya, agama lumayan berpengaruh besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Bagi warga negara Indonesia, yang merupakan warga d...