Perubahan Kebudayaan dan Penyesuaian Diri antar Budaya pada Hubungan Manusia dan Kebudayaan
Seiring dengan perkembangan zaman, kita tentu akan berhadapan dengan budaya baru dipandang sebagai pengalaman menarik dan menyenangkan. Selain itu, dengan adanya tuntutan akan mengimbangi perkembangan zaman itulah kita dituntut untuk mempelajari beragam budaya baru baik budaya dari dalam maupun luar negeri. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan mempelajari budaya-budaya adalah kita dapat meningkatkan wawasan, dapat membangun kepercayaan diri dalam menguasai kemampuan baru, pengembangan diri, mampu memelajari diri sendiri, serta mampu meningkatkan kemampuan dalam mengatasi situasi yang abstrak.
Dengan alasan di atas itulah, masyarakat dan kebudayaan di daerah manapun suatu saat akan mengalami perubahan dengan mengadaptasi perkembangan kebudayaan dunia yang begitu luas. Sekalipun masyarakat dan kebudayaan tersebut merupakan primitif atau jauh dari perkembangan budaya di daerah-daerah pusat.
Perubahan-perubahan ini umumnya terjadi karena berkembangnya jumlah penduduk di daerah tersebut, yang tentu saja akan menuntut perkembangan komposisi dalam kemasyarakatan, hubungan masyarakat satu daerah dengan daerah lain, terciptanya penemuan-penemuan baru, kemajuan teknologi, dan inovasi dalam kebudayaan itu sendiri. Dimana perubahan kebudayaan umumnya juga disertai atau diawali dengan perubahan sosial.
Dalam perubahan sosial yang terdiri dari perubahan struktur sosial masyarakat, perubahan pola kehidupan sosial antara lain perubahan status, tatanan masyarakat, hubungan antar keluarga, sistem politik, dan pemerintahan. Yang tentu saja akan disusul dengan perubahan kebudayaan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki sejumlah masyarakat, perubahan aturan-aturan, norma-norma, perkembangan teknologi, selera, kesenian, dan bahasa. Walaupun perubahan sosial dan perubahan kebudayaan itu berbeda, pembahasan kedua perubahan itu tidak akan mencapai suatu pengertian yang benar tanpa mengaitkan keduanya.
Meski demikian, beberapa perubahan kebudayaan dalam konteks tertentu dapat ditolak oleh masyarakat setempat. Saat kebudayaan atau perkembangan tersebut dirasa tidak cocok untuk diadaptasi oleh masyarakat daerah tersebut. Dalam perubahan kebudayaan, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:
1. Terbiasa atau tidaknya masyarakat memiliki hubungan atau
kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang mengenalkan kebudayaan
dari luar masyarakat tersebut.
2. Pendangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu
kebudayaan ditentukan oleh nilai agama, maka apabila ditemukan pertentangan
dengan nilai agama, penerimaan unsur-unsur baru itu akan mengalami kelambatan
dan harus disensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajatan agama
yang berlaku.
3. Kecocokan kebudayaan yang baru dikenalkan dengan corak
struktur sosial suatu masyarakat.
4. Skala manfaat dan kegiatan yang dapat dihasilkan dalam
masyarakat dari kebudayaan baru tersebut
Unsur-unsur kebudayaan yang dimaksud disini dapat memiliki arti yang meliputi semua kebudayaan dalam masyarakat tersebut sekaligus kebudayaan global, dari kebudayaan dalam masyarakat kecil, menengah, maupun yang kompleks. Menurut konsepnya, kebudayaan di dunia ini meliputi tujuh unsur yang universal, antara lain bahasa, sistem teknologi, mata pencaharian, organisasi sosial, sistem pendidikan, religi, dan kesenian.
Tentu saja karena kita termasuk dalam masyarakat dimana akan menghadapi perubahan dan perkembangan kebudayaan tersebut, kita harus memahami dan mampu memilih kebudayaan baru yang dapat kita serap serta kita manfaatkan, sekaligus menolak kebudayaan yang memiliki sifat bertentangan dengan nilai luhur nenek moyang atau nilai-nilai agama yang kita anut.
No comments:
Post a Comment