(1) Meskipun anarkisme tidak survive sebagai gerakan politik dalam abad ini, akan tetapi ia cukup mempengaruuhi bentuk sosialisme yang sampai permulaan abad ini menjadi saingan kuat Marxisme di beberapa negara latin terutama di Prancis dan Spanyol, yaitu sindikalisme.
(2) Sindikalisme merupakan aliran paling radikal gerakan buruh sebelum Perang Dunia 1. Sindikalisme dapat dianggap sebagai perkawinan silang antara Marxisme dan anarkisme. Sindikalisme memakai prinsip "aksi langsung" melalui pemboikotan, sabotase, pemberontakan, dan pemogokan umum. Ia hendak memasukkan perjuangan kelas langsung ke dalam bidang ekonomi. Sindikalisme, setia pada akar-akarnya yang anarkistik (karena itu juga disebut anarko-sindikalisme) menolak adanya negara, dan karena itu tidak menyetujui perjuangan kaum sosialis di dalam parlemen melalui sebuah partai buruh. Partai buruh tidak memiliki arti dalam sindikalisme. Kalau tujuan pendek Marxisme adalah nasionalisasi industri, karena sindikalisme membenci segala bentuk negara, sindikalisme turut menolak sosialisme negara. Mereka ingin menyerahkan industri kepada serikat-serikat buruh. Sosialisme alat-alat produksi tidak ditetapkan dari atas oleh negara sosialis, melainkan dari bawah oleh kaum buruh itu sendiri. Masalah-masalah diluar masing-masing perusahaan pun dipecahkan tidak melalui negara, melainkan melalui serikat buruh, secara lokal melalui "bursa kerja" atau "komune", dan secara regional maupun nasional melalui federasi-federasi buruh.
(3) Akar sindikalisme sampai ke Proudhon dan Bakunin dan juga ada pengaruh dari usaha-usaha Owen. Memiliki bendera hitam-merah, campuran dari bendera merah kaum Marxis dan bendera hitam kaum anarkis. Sindikalisme mencapai masa kejayaannya di Prancis pada 1890 dan 1914. Pada waktu itu setengah dari seluruh serikat buruh Prancis menganut sindikalisme. Sindikalisme juga meluas ke Italia, Spanyol, dan Amerika Latin. Sindikalisme mengembangkan semangat juang tinggi, menekan usaha pribadi buruh dan peran elite perjuangan. Ia menentang perang dan bersifat anti-militeratis. Sesudah perang dunia 1, mayoritas penganut sindikalisme bergabung dalam partai-partai komunis. Hanya di Spanyol sindilaisme baru berakhir sampai ia diberantas oleh Jendral Franco, pemenang perang saudara 1936-1939.
No comments:
Post a Comment